Menghitung ukuran posisi
Urutannya selalu sama: risiko dalam rupiah, jarak stop dalam pip, lalu nilai pip pada kontrak yang Anda pakai.
Dengan urutan itu, kerugian terburuk per posisi bisa Anda hitung lebih dulu, bukan setelah posisi terbuka.
Daftar periksa sebelum menghitung ukuran posisi
Sebelum menghitung, siapkan tiga angka. Pertama, risiko dalam rupiah. Kedua, jarak stop dalam pip. Ketiga, nilai pip per lot untuk XAU/USD pada akun Anda. Tanpa ketiganya, perhitungan tidak bisa dimulai.
Risiko dalam rupiah adalah batas kerugian yang Anda terima jika stop tersentuh. Angka ini ditetapkan lebih dahulu, bukan mengikuti ukuran posisi. Misalnya, Anda memilih Rp240.000 sebagai risiko maksimal untuk satu posisi.
Jarak stop dalam pip adalah selisih harga masuk dan harga stop, dibagi ukuran pip. Untuk XAU/USD, satu pip biasanya 0,01. Jika Anda masuk di 2.410,00 dan stop di 2.408,00, jaraknya 200 pip. Nilai pip per lot berbeda antar broker, jadi periksa spesifikasi kontrak.
Nilai pip per lot adalah rupiah yang hilang atau didapat untuk setiap pergerakan satu pip pada satu lot. Angka ini tercantum di spesifikasi kontrak atau bisa dihitung dari nilai kontrak. Karena bisa berbeda, selalu gunakan angka dari akun Anda sendiri.
Urutan perhitungan dan alasan membulatkan ke bawah
Urutan perhitungan selalu sama. Bagi risiko rupiah dengan jarak stop dalam pip. Hasilnya adalah risiko per pip. Lalu bagi risiko per pip dengan nilai pip per lot. Hasilnya adalah ukuran posisi dalam lot.
Mengapa risiko per pip harus dihitung lebih dahulu. Karena stop yang lebih jauh berarti setiap pip harus menanggung kerugian lebih kecil. Dengan risiko rupiah tetap, stop yang lebar menghasilkan ukuran posisi yang lebih kecil. Sebaliknya, stop yang sempit memungkinkan ukuran posisi lebih besar, tetapi tetap dalam batas risiko yang sama.
Pembulatan ke bawah dilakukan karena broker hanya menerima kelipatan lot tertentu. Jika hasil perhitungan 0,08 lot tetapi broker hanya menerima kelipatan 0,05 lot, pilih 0,05 lot. Membulatkan ke atas akan membuat risiko rupiah melebihi rencana. Selisihnya mungkin kecil, tetapi bisa berarti jika stop tersentuh.
Selain pembulatan, ada biaya tambahan seperti spread dan komisi. Biaya ini mengurangi hasil akhir dan berbeda antar broker. Periksa apakah nilai pip yang Anda pakai sudah memperhitungkan biaya tersebut. Jika belum, risiko sebenarnya bisa lebih besar dari perhitungan.
Pemeriksaan setelah ukuran posisi didapat
Setelah ukuran posisi ditemukan, periksa kembali dengan mengalikannya. Kalikan ukuran posisi dengan nilai pip per lot, lalu kalikan dengan jarak stop dalam pip. Hasilnya harus sama dengan atau kurang dari risiko rupiah yang Anda tetapkan.
Periksa juga apakah ukuran posisi memenuhi aturan broker. Beberapa broker memiliki ukuran kontrak minimum, misalnya 0,01 lot. Jika hasil perhitungan di bawah minimum, Anda tidak bisa membuka posisi dengan ukuran itu. Dalam kasus ini, kurangi risiko rupiah atau perlebar jarak stop, lalu hitung ulang.
Langkah terakhir adalah memastikan angka-angka yang dipakai masih berlaku. Nilai pip per lot dapat berubah jika broker mengubah spesifikasi kontrak. Jarak stop juga berubah jika Anda memindahkan stop. Lakukan perhitungan ini setiap kali sebelum membuka posisi, bukan hanya sekali.
Perbedaan nilai pip pada tiap akun
Nilai pip Rp150.000 per lot pada contoh sebelumnya bukan angka tetap. Angka itu berasal dari spesifikasi kontrak yang dipakai akun Anda, dan tiap broker bisa memakai spesifikasi berbeda. Pada XAU/USD, satu pip biasanya berarti pergerakan harga sebesar 0,01, jadi nilai pip bergantung pada ukuran kontrak per lot. Karena itu, dua akun dengan saldo sama bisa menghasilkan lot yang berbeda untuk risiko rupiah yang sama.
Akun standar umumnya memakai kontrak penuh, sedangkan akun mikro atau akun sen memakai kontrak lebih kecil. Jika ukuran kontraknya sepersepuluh, nilai pip per lot juga menjadi sekitar sepersepuluh, sehingga lot yang Anda hitung menjadi sekitar sepuluh kali lebih besar. Perubahan ini tidak mengubah risiko rupiah Anda, karena yang Anda jaga tetap angka risiko yang sama. Yang berubah hanya jumlah lot yang mewakili risiko tersebut.
Beberapa broker juga memakai satuan pip yang berbeda untuk XAU/USD. Ada yang menghitung 1 pip sama dengan 0,10, ada pula yang memakai 0,01. Selisih satu definisi saja bisa membuat hasil bagi Anda meleset jauh. Sebelum menghitung, buka spesifikasi kontrak di platform atau situs broker, lalu catat dua hal: ukuran kontrak per lot dan definisi satu pip. Setelah itu, cocokkan dengan nilai pip yang muncul di kalkulator platform Anda.
Nilai pip juga dapat berubah bila akun Anda memakai mata uang dasar selain IDR. Konversi ke rupiah mengikuti kurs yang berlaku saat itu, dan kurs bergerak setiap hari. Karena itu, nilai pip dalam rupiah sebaiknya diperiksa ulang sebelum menghitung, bukan dipakai dari catatan lama. Tulis nilai pip terbaru di samping angka risiko Anda, agar pembagian yang Anda lakukan memakai angka yang benar-benar berlaku hari itu.
Perubahan nilai pip saat harga bergerak
Nilai pip per lot untuk XAU/USD tidak tetap sepanjang hari. Angka itu mengikuti harga emas itu sendiri. Pada harga sekitar 2.410,00, satu lot standar bergerak sekitar Rp150.000 untuk setiap pip. Jika harga naik ke 2.600,00, nilai pip per lot ikut naik, karena satu pip mewakili pecahan yang sama dari harga yang lebih besar. Karena itu, perhitungan ukuran posisi sebaiknya memakai nilai pip pada harga saat itu, bukan angka lama yang Anda salin dari catatan berbulan lalu.
Arah harga juga mengubah besar rupiah dari jarak stop yang sama. Jarak 20 pip pada harga 2.410,00 dan pada harga 2.600,00 tidak menghasilkan kerugian rupiah yang identik, meski keduanya 20 pip. Selisihnya mungkin kecil untuk satu posisi, tetapi menjadi besar bila ukuran posisi Anda besar atau bila Anda membuka beberapa posisi sekaligus. Periksa nilai pip tepat sebelum menghitung, lalu hitung ulang bila harga sudah bergerak jauh dari angka acuan Anda.
Cara praktisnya, catat harga acuan yang Anda pakai saat menghitung, misalnya 2.410,00, bersama nilai pip dan ukuran lot yang dihasilkan. Setelah posisi ditutup, bandingkan kerugian nyata dengan angka rencana Anda. Bila selisihnya muncul berulang, kemungkinan nilai pip yang Anda pakai sudah tidak sesuai harga saat itu. Perbaiki angka acuan itu, lalu ulangi perhitungan yang sama. Kebiasaan mencatat ini membuat ukuran posisi Anda tetap dapat dihitung, bukan ditebak.
Contoh dengan risiko Rp300.000 dan stop 25 pip
| Langkah | Jumlah | Catatan |
|---|---|---|
| Risiko yang dipilih | Rp300.000 | batas kerugian pada satu posisi, ditetapkan sebelum menghitung apa pun |
| Jarak stop | 25 pip | jarak dari harga masuk ke level stop pada XAU/USD di sekitar 2.410,00 |
| Nilai pip per lot | Rp150.000 | angka contoh saja; nilai pip satu lot standar XAU/USD berbeda-beda antar broker dan ukuran kontrak |
| Langkah pertama | Rp300.000 dibagi 25 = Rp12.000 | nilai kerugian yang boleh berjalan pada setiap pip |
| Langkah kedua | Rp12.000 dibagi Rp150.000 = 0,08 | hasilnya adalah ukuran posisi dalam lot |
| Ukuran posisi | 0,08 lot | dibulatkan sesuai aturan broker, biasanya ke bawah |
Broker dapat membulatkan ukuran posisi ke langkah lot terkecil, memakai nilai pip yang berbeda, serta menambah biaya seperti spread dan komisi. Semua itu mengubah hasil akhir, jadi periksa spesifikasi kontrak di akun Anda.
Melakukannya sekali, langkah demi langkah
Ikuti langkah-langkah berikut untuk menghitung ukuran posisi XAU/USD dalam lot. Setiap langkah menggunakan angka yang sudah Anda siapkan.
- 01
Tetapkan risiko dalam rupiah
Tentukan jumlah rupiah yang bersedia Anda rugikan jika stop tersentuh. Angka ini tidak boleh melebihi rencana Anda. Contoh: Rp240.000.
- 02
Hitung jarak stop dalam pip
Kurangi harga masuk dengan harga stop, lalu bagi dengan ukuran pip. Untuk XAU/USD, ukuran pip biasanya 0,01. Contoh: (2.410,00 - 2.408,00) / 0,01 = 200 pip.
- 03
Cari nilai pip per lot
Lihat spesifikasi kontrak di akun Anda. Nilai pip per lot bisa berbeda antar broker. Contoh: Rp150.000 per pip per lot.
- 04
Hitung risiko per pip
Bagi risiko rupiah dengan jarak stop dalam pip. Hasilnya adalah risiko per pip. Contoh: Rp240.000 / 200 pip = Rp1.200 per pip.
- 05
Hitung ukuran posisi dalam lot
Bagi risiko per pip dengan nilai pip per lot. Hasilnya adalah ukuran posisi. Contoh: Rp1.200 / Rp150.000 = 0,008 lot.
- 06
Bulatkan ke bawah dan periksa
Bulatkan ke bawah ke kelipatan lot terkecil yang diterima broker. Contoh: jika kelipatan 0,01 lot, maka 0,008 lot dibulatkan menjadi 0,01 lot? Tidak, 0,008 lot lebih kecil dari 0,01 lot, jadi tidak bisa dibuka. Dalam hal ini, kurangi risiko atau perlebar stop. Jika kelipatan 0,001 lot, maka 0,008 lot. Selalu periksa apakah risiko rupiah tidak terlampaui.
Kesalahan yang paling sering dilakukan di sini
Banyak orang memilih ukuran posisi lebih dulu, misalnya 0,50 lot, lalu menaruh stop di tempat yang terasa nyaman. Cara itu membuat risiko rupiah menjadi hasil akhir, bukan angka yang Anda kendalikan. Akibatnya, satu posisi bisa memakai porsi akun yang jauh lebih besar dari rencana. Sebaiknya tetapkan risiko rupiah dan jarak stop lebih dahulu, baru hitung lotnya, dan bulatkan ke bawah bila hasilnya tidak bulat.Periksa diri Anda
Jika risiko Rp240.000 dan jarak stop 20 pip, berapa nilai kerugian yang boleh berjalan pada setiap pip?
Rp240.000 dibagi 20 sama dengan Rp12.000 per pip.
Dengan nilai pip Rp150.000 per lot, berapa ukuran posisi untuk Rp12.000 per pip?
Rp12.000 dibagi Rp150.000 sama dengan 0,08 lot.
Jika broker hanya menerima kelipatan 0,05 lot, ukuran mana yang dipakai?
0,05 lot, karena dibulatkan ke bawah agar risiko rupiah tidak melebihi rencana.
Pertanyaan yang muncul berikutnya
Bagaimana cara menetapkan risiko dalam rupiah untuk satu posisi
Risiko dalam rupiah adalah batas kerugian yang Anda terima jika stop tersentuh. Angka ini ditetapkan lebih dahulu, bukan mengikuti ukuran posisi. Misalnya, Anda memilih Rp240.000 sebagai risiko maksimal untuk satu posisi. Jika stop tersentuh, kerugian Anda tidak melebihi angka itu. Tetapkan angka ini sebelum menghitung lot.
Apa yang terjadi jika saya membulatkan ukuran posisi ke atas
Membulatkan ke atas akan membuat risiko rupiah melebihi rencana. Jika hasil perhitungan 0,08 lot tetapi broker hanya menerima kelipatan 0,05 lot, pilih 0,05 lot. Membulatkan ke atas menjadi 0,10 lot berarti risiko Anda lebih besar dari yang Anda tetapkan. Selisihnya mungkin kecil, tetapi bisa berarti jika stop tersentuh. Selalu bulatkan ke bawah.
Mengapa nilai pip per lot berbeda antar broker
Nilai pip per lot adalah rupiah yang hilang atau didapat untuk setiap pergerakan satu pip pada satu lot. Angka ini tercantum di spesifikasi kontrak atau bisa dihitung dari nilai kontrak. Karena bisa berbeda, selalu gunakan angka dari akun Anda sendiri. Jangan memakai angka dari broker lain. Periksa spesifikasi kontrak di akun Anda.
Apakah spread dan komisi mempengaruhi ukuran posisi
Spread dan komisi adalah biaya tambahan yang mengurangi hasil akhir. Biaya ini berbeda antar broker. Periksa apakah nilai pip yang Anda pakai sudah memperhitungkan biaya tersebut. Jika belum, risiko sebenarnya bisa lebih besar dari perhitungan. Hitung ulang dengan angka yang sudah termasuk biaya.
Bagaimana cara memeriksa ulang ukuran posisi setelah didapat
Setelah ukuran posisi ditemukan, periksa kembali dengan mengalikannya. Kalikan ukuran posisi dengan nilai pip per lot, lalu kalikan dengan jarak stop dalam pip. Hasilnya harus sama dengan risiko rupiah yang Anda tetapkan. Jika tidak sama, ada angka yang perlu diperiksa. Lakukan pemeriksaan ini sebelum masuk pasar.
Apa yang harus dilakukan jika broker hanya menerima kelipatan lot tertentu
Broker dapat membulatkan ukuran posisi ke langkah lot terkecil. Jika hasil perhitungan 0,08 lot tetapi broker hanya menerima kelipatan 0,05 lot, pilih 0,05 lot. Membulatkan ke bawah menjaga risiko rupiah tidak melebihi rencana. Jangan memaksa ukuran posisi yang tidak tersedia. Gunakan ukuran yang tersedia dan tetap dalam batas risiko.
Kata-kata yang dipakai di halaman ini
- Risiko dalam rupiah
- Batas kerugian yang Anda terima jika stop tersentuh. Angka ini ditetapkan lebih dahulu, bukan mengikuti ukuran posisi. Misalnya, Anda memilih Rp240.000 sebagai risiko maksimal untuk satu posisi.
- Jarak stop dalam pip
- Selisih harga masuk dan harga stop, dibagi ukuran pip. Untuk XAU/USD, satu pip biasanya 0,01. Jika Anda masuk di 2.410,00 dan stop di 2.408,00, jaraknya 200 pip.
- Nilai pip per lot
- Rupiah yang hilang atau didapat untuk setiap pergerakan satu pip pada satu lot. Angka ini tercantum di spesifikasi kontrak atau bisa dihitung dari nilai kontrak. Karena bisa berbeda, selalu gunakan angka dari akun Anda sendiri.
- Pembulatan ke bawah
- Menyesuaikan ukuran posisi ke kelipatan lot terkecil yang diterima broker. Jika hasil perhitungan 0,08 lot tetapi broker hanya menerima kelipatan 0,05 lot, pilih 0,05 lot. Membulatkan ke atas akan membuat risiko rupiah melebihi rencana.
- Spread dan komisi
- Biaya tambahan yang mengurangi hasil akhir dan berbeda antar broker. Periksa apakah nilai pip yang Anda pakai sudah memperhitungkan biaya tersebut. Jika belum, risiko sebenarnya bisa lebih besar dari perhitungan.
- Ukuran posisi
- Hasil pembagian tiga angka yang sudah Anda miliki sebelum masuk pasar. Urutannya selalu sama: risiko dalam rupiah, jarak stop dalam pip, lalu nilai pip pada kontrak yang Anda pakai. Dengan urutan itu, kerugian terburuk per posisi bisa Anda hitung lebih dulu.
Yang perlu diingat
- Ukuran posisi bukan angka yang ditebak, melainkan hasil pembagian tiga angka yang sudah Anda miliki sebelum masuk pasar.
- Tetapkan risiko rupiah dan jarak stop lebih dahulu, baru hitung lotnya, dan bulatkan ke bawah bila hasilnya tidak bulat.
- Periksa spesifikasi kontrak di akun Anda karena nilai pip per lot, langkah lot, dan biaya tambahan bisa berbeda antar broker.
- Setelah ukuran posisi ditemukan, periksa kembali dengan mengalikannya agar hasilnya sama dengan risiko rupiah yang Anda tetapkan.